News

Wartawan Kolaka Sikapi Penyalagunaan Profesi

KOLAKA,realitasultra.co.id—Wartawan Kolaka yang tergabung dalam organisasi PWI, AJI, IJTI dan sejumlah wartawan yang belum bergabung dalam organisasi kewartanan.
Menyikapi persoalan adanya oknum-oknum wartawan menyalagunakan profesi wartawan dalam menjalan tugasnya di lapangan.
Puluhan wartawan melakukan pertemuan di Kedai Kopi FKPPI kemarin dari berbagai media cetak, media online dan media televisi mendiskusikan apa yang menjadi keluhan masyarakat, berkaitan dengan pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan oleh oknum-oknum wartawan di lapangan.
Dalam rapat konsolidasi wartawan di Warkop FKPPI Kolaka tersebut, menyangkut adanya oknum-oknum wartawan yang kerjanya selalu mendatangi Kepala Desa (Kades) dan Kepala Sekolah(Kepsek), hanya mengandalkan kartu pengenal pers(id card).
Laporan selalu disampaikan oleh Kades maupun Kasek maupun aparat desa yang sampaikan langsung ke Bagian Humas Pemda Kolaka.
Bahwa modus yang dilakukan terkadang mereka memaksa Kades atau Kasek untuk meminta uang, bahkan ada oknum selain mengaku wartawan juga mengaku sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam setiap kesempatan.
“Tindakan seperti itu sungguh meresahkan masyarakat, berdasarkan informasi yang diperoleh Kabag Humas Setda Kolaka H Amri rurut bersama staf mengikuti pertemuan wartawan,”ujar Amri.
Pertemuan yang dilakukan wartawan yang tergabung dalam organisasi kewartawanan mengapresiasi atas terbentuknya forum wartawan Kolaka, yang nantinya akan mengembalikan nama baik wartawan dimata masyarakat.
“Nantinya rekomendasi dari forum wartawan Kolaka ini, setelah kami terima, segerah kami akan tindak lanjuti,” ungkap Amri.
Adanya penyalagunaan profesi wartawan ini, tidak lepas dari peran perusahaan media dalam melakukan rekrutmen yang tidak mengikuti kaidah dan aturan yang berlaku. Terkadang kapasitas dan profesionalisme calon wartawan tidak menjadi pertimbangan bagi perusahaan pers.
“Terkadang para Kades di lapangan tidak bisa membedakan antara wartawan dan LSM. Dikiranya kalau wartawan itu juga LSM,” kata Joni salah seorang wartawan Tabloid.
Adapun rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, yakni wartawan harus profesional dalam menjalankan tugasnya mengacu pada UU Pers nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.
Wartawan terdaftar dalam kolom redaksi perusahaan media dan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dan ditindak lanjuti literasi media.
Selain itu forum ini juga melakukan pendataan perusahaan pers/media yang ada di Kolaka oleh organisasi wartawan di Kolaka secara berkala.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka