News

Warga Ponrewaru Korban Banjir “Tagih Janji Pada Perusahaan CNI


KOLAKA, realitasultra.co.id—  Salah seorang warga Ponrewaru Kecamatan Wolo Suar Adnan melalui siaran persnya kepada media ini pada (23/8/2019) mengungkapkan beberapa bulan lalu telah terjadi banjir. Sehingga mengakibatkan lahan pembibitan kakao masyarakat sekira satu hektare menjadi terendam banjir.

Menurut Suar terjadinya banjir ini akibat kelalaian pihak perusahaan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam melakukan proses penambangan, sehingga mengakibatkan kerugian lahan pembibitan kakao masyarakat terendam.

Selain lahan pembibitan yang terendam banjir, kata Suar juga ada rumah salah seorang warga turut terendam.

“Jadi kami menilai banjir ini akibat kelalaian dari pihak perusahaan, sehingga lahan pembibitan kakao warga menjadi terendam,” kata Suar.

Dikatakannya bahwa meski pihak perusahaan telah berjanji untuk melakukan ganti rugi kepada warga yang terendam lahan pembibitannya. Namun sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak perusahaan.

“Memang pihak perusahaan sudah berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada warga, tetapi sampai saat ini sudah berbulan-bulan belum ada realisasinya,” kata Suar.

Suar berharap kepada pihak perusahaan Ceria, agar komitmen yang sudah dijanjikan kepada warga korban banjir pembibitan kakao dan rumahnya segera bisa segera diwujudkan.

“Kami berharap pihak perusahaan apa yang sudah dijanjikan kepada warga segera diwujudkan, apalagi ini kan sudah berbulan-bulan,” harap Suar.

Sementara pihak perusahaan CNI kepada media ini pada (23/8/2019) menyampaikan klarifikasi terkait hal itu, melalui Bagian Legal Manager CNI Moch Kenny Rochlim menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. Karena saat itu hujan turun sangat Intens dan kami berterima kasih atas informasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Melalui klarifikasi ini dan tentu saja sebagai perusahaan yang senantiasa menjaga performa terbaiknya, PT. CNI berkomitmen untuk melindungi lingkungan dalam segala aspek kegiatan operasinya sesuai dengan dokumen Amdal, RKL dan RPL.

Perihal kejadian ini, sesaat setelah kejadian pihak perusahaan langsung menemui warga dan melakukan identifikasi dan verifikasi serta musyawarah dan telah disepakati untuk diselesaikan dengan baik dan akan mendapat pergantian atas kerusakan yang terjadi.

Khususnya proses pembayaran yang dimaksud tentu saja akan diselesaikan oleh perusahaan dalam kesempatan pertama yang telah dibuatkan PR oleh Dept Exrel.

Pihak perusahaan juga kata Kenny berperan aktif dalam melakukan langkah – langkah penanganan dan perbaikan untuk mencegah hal tersebut terjadi di masa mendatang.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka