News

Sudah Empat Pekan Rumah Ibadah Sepih


KOLAKA,realitasultra.co.id—Sudah empat pekan lamanya rumah ibadah (gereja) masih tetap sepih, tanpa digunakan oleh umat untuk beribadah pada setiap hari Minggu.
Ibadah hari Minggu seharusnya di laksanakan di gereja, tetapi ibadah itu kini dialihkan masing-masing di setiap rumah warga jemaat. Setiap hari Minggu hanya dentuman lonceng gereja yang terdengar sebagai tanda bagi warga jemaat untuk melaksanakan ibadah di rumah, dengan mengikuti liturgi ibadah sebelumnya sudah dibagikan kesetiap rumah jemaat.
Melakukan ibadah dirumah untuk mentaati himbauan Pemerintah Pusat dan ditindak lanjuti maklumat oleh Gubernur/Bupati dan Walikota di seluruh pelosok nusantara.
Secara khusus bagi umat Nasrani, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) juga menghimbau kepada umat Nasrani untuk melakukan ibadah di rumah dan menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan sesama. Sebagai salah satu cara dalam memutus matarantai penyebaran Corona Virus Disease2019 (Covid-19).
Himbauan PGI ini juga ditindak lanjuti oleh Sinode Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (Gepsultra) agar pelaksanaan ibadah Minggu dilaksanakan di rumah warga jemaat masing-masing.
Secara khusus dalam lingkup Gepsultra ibadah hari Minggu ini sudah menjelang empat pekan.
Pada kebaktian Jumat (10/4/2020) dikenal dengan Jumat Agung merupakan hari raya agama umat Nasrani untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus diatas kayu salib.
Kebakatian Jumat Agung dilaksanakan warga jemaat khususnya warga Gepsultra Jemaat Unaasi di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) disertai dengan perjamuan kudus.
Perjamuan kudus tetap dipandu oleh pendeta jemaat setempat, Pdt Amsal Soleman Rere. Selanjutnya para penatua dan diaken masing-masing bertugas dikelompok ibadah warga jemaat membagikan roti dan anggur perjamuan kudus, berlangsung begitu khusyuk.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka