News

Stunting Kolaka 26,9 Persen


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada seribu hari pertama kehidupan.
Berdasarkan hasil riset Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 26,9 persen dan secara nasional mencapai 30,8 persen. Sementara ambang batas World Health Organization (WHO) maksimal 20 persen.
“Itu berarti satu dari tiga anak Indonesia dikategorikan Stunting,”hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri.
Dikonfirmasi wartawan usai mengikuti perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kolaka pada (24/11/2019).
Dikatakannya langkah yang telah dilakukan oleh Pemda Kolaka dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan melibatkan semua instansi lingkup Pemd Kolaka.
Dalam menangani Stunting dilakukan Dinkes dengan melalui interaksi Sensitif yaitu memberikan pelayanan air bersih serta bagaimana memelihara lingkungan yang bersih.
Selain kata Harun pelayanan dalam bentuk spesifik artinya pelayanan dalam bentuk kesehatan mulai dari ibu hamil sampai melahirkan hingga usia anak sampai 5 tahun.
“Pencegahan dan penurunan Stunting locusnya itu semua di Desa,” kata Harun.
Pemda Kolaka kata Harun target dalam menurunkan Stunting sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa menurunkan sampai 24 persen, tetapi untuk mencapai hal perlu dilakukan pendekatan secara sektoral.
“Kita menargetkan penurunan Stunting paling tidak sesuai dengan ketentuan Who, tetapi mewujudkan hal itu perlu melakukan pendekatan secara sektoral karena Stunting ini locusnya di Desa,”ujarnya.
Dalam rangkaian perayaan HKN ke-55 dilaksanakan oleh Dinkes Kolaka dimeriahkan dengan lomba paduan suara dari semua Puskesmas. Dan puncak perayaan HKN ke-55 pada (25/11/2019) mendatang.
Dihadiri oleh Wakil Bupati Kolaka Muh Jayadin, Sekdis Dinkes Hj Asmariah Ibrahim, Dirut Blud Benyamin Guluh dr Raffi, dan para Kepala Puskesmas se Kab Kolaka.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka