News

Sinode Gepsultra Ibadah Di Rumah


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Ketua Sinode Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (Gepsultra) mengeluarkan surat edaran agar semua warga jemaat melakukan ibadah Minggu di rumah masing-masing.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Joko Widodo diantaranya untuk sementara melakukan ibadah di rumah masing-masing. Sebagai salah bentuk dalam pencegahan lebih luas Virus Corona (covid-19)

Pada ibadah Minggu (22/3/2020) semua gereja-gereja di lingkup Gepsultra sunyi sepih, karena tidak ada warga jemaat yang datang beribadah. Karena ibadah jemaat dialihkan di rumah masing-masing setiap warga jemaat.

Salah satu Jemaat Gepsultra yang menjadi pantauan media ini adalah Jemaat Unaasi Gepsultra Kelurahan 19 November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, pada ibadah Minggu (22/3/2020) nampak begitu sepih, karena warga jemaatnya melakukan ibadah di rumah masing-masing.

Sebagai panduan dalam melaksanakan ibadah Minggu, petugas gereja jemaat membagikan liturgi tata ibadah kepada setiap warga jemaat yang dikeluarkan oleh Sinode Gepsultra.

Firman Tuhan yang terambil di dalam Matius 8;23-27 dengan judul khotbah Jangan Kamu Takut. Judul khotbah ini mengisahkan dalam suatu peristiwa ditunjukkan ketika murid-murid Tuhan Yesus begitu sangat ketakutan atas badai yang menimpa mereka.

Mereka menganggap akan binasa, namun ketakutan yang dialami oleh murid-murid berbanding terbalik dengan kondisi Yesus ketika tidur nyenyak. Saat murid-murid Yesus ketakutan dan perahu hampir tenggelam, Yesus tidak terganggu sedikitpun oleh amukan badai.

Tidak ada jalan lain bagi para murid selain membangunkan Dia sambil memohon perhatianNya atas bahaya tengah mengancam hidup mereka.

Murid-muridNya dalam ketakutan mempertanyakan kuasa Yesus apakah dapat melepaskan mereka dari kebinasaan. Suatu kenyataan yang alamiah bahwa murid-murid Yesus tetap manusia biasa yang gampang kehilangan keyakinan/kepercayaan bilamana berada dalam ketakutan.

Situasi seperti ini adalah menggambarkan suatu keadaan yang dapat terjadi atas diri setiap orang tidak terkecuali orang-orang percaya bilamana tidak sungguh-sungguh percaya kepada pemeliharaan dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus. Seperti halnya yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini dengan melawan badai Covid-19.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka