News

Rektor USN Kolaka Dr Azhari; Secara Nasional Radikalisme Hanya Terjadi Di Jakarta

KOLAKA,realitasultra.co.id—Rektor Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Dr Azhari mengungkapkan bahwa berbicara masalah radikalisme yang sedang ramai dipersoalkan akhir-akhir ini dan dinilai bisa menjadi masalah bagi bangsa ini.
Hal itu diungkapkan Dr Azhari salah satu pembicara pada talk show dan ramah tamah yang digelar oleh Komando Distrik Militer 1412 Kolaka berlangsung di salah satu hotel di Kolaka kemarin malam dengan tema “bersatu melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi”
Azhari menjelaskan bahwa secara nasional menyangkut persoalan paham radikalisme dan terorisme sejauh ini belum ada ditemukan di daerah secara khusus di Kab Kolaka, tetapi yang terjadi selama ini lebih banyak di Jawa khususnya di wilayah Jakarta.
“Dan itu semuanya berhasil ditangkap oleh pasukan Densus 88,”ungkap Azhari.
Dikatakannya bahwa radikal ini timbul salah satu penyebabya karena adanya desakan sosial yang memiliki konsep sendiri, seperti PKI dan organisasi yang menyerukan konsep Khilafah.
Meski demikian kata Azhari persoalan masalah Kamtibmas di Sultra secara khusus di Bumi Mekongga masih relatif cukup aman.
“Sejauh ini masalah Kamtibmas di Kolaka masih tetap kondunsif yang relatif aman,”kata Azhari.
Menurutnya kerap terjainya paham radikalisme yang melibatkan kaum perempuan, itu terjadi disebabkan karena adanya doktrin dari suami.
“Maka dari itu didiklah keluarga kita masing-masing agar terhindar dari bibit-bibit radikal, jalankanlah agama dengan benar, jangan terlalu mudah menyalahkan orang lain dan jangan hanya memegang prinsip sendiri,”ujar Azhari.
Sementara Kesbangpol Kolaka Timur, Sahibo juga mengajak kepada semua komponen masyarakat khususnya masyarakat tiga kabupaten yaitu Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur dan pada umumnya saling bahu membahu mencegah masuknya paham radikal.
Bangsa ini begitu kaya dengan sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya, untuk itu Sahibo mengajak dengan mengacuh pada empat pilar kebangsaa yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harga mati.
Indonesia kaya akan SDA olehnya itu Sahibo mengajak kepada semua komponen bangsa secara bersama-sama menjaga bangsa ini dengan mengacuh pada 4 Pilar kebangsaan diantaranya UDD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Talk show juga melibatkan partisipasi dari sejumlah perusahaan BUMN, perusahaan swasta dan dihibur oleh salah artis dangdut ibukota.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka