News

PT.Cerindo Komitmen Bangun Pabrik Smelter

Foto Dirut PT Cerindo bersama Dirut PT.PP usai melakukan penandatanganan perjanjian.

KOLAKA,REALITA—-Komitmen perusahaan tambang PT. Ceria Nugraha Indotama(Cerindo) untuk membangun pabrik smelter di Kab Kolaka bukan hanya sekedar janji.

Tetapi janji itu bakal segera diwujudkan oleh perusahaan Cerindo, setelah memberikan kepercayaan kepada salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN) PT. Pembangunan Perumahan(PP) untuk membangun pabrik smelter milik perusahaan Cerindo.

Penandatanganan perjanjian pitu dilaksanakan di Jakarta baru-baru ini yang dilakukan oleh Derian Sakmiwata selaku Presiden Direktur PT. Cerindo dengan Nurlistyo selaku Senior Vice President, Head of EPC Division, PT. PP dan disaksikan oleh Ir. Abdul Haris Tatang Direktur PP.

Dalam kesempatan itu Presiden Direktur Cerindo Derian Sakmiwata, mengungkapkan kepercayaan Cerindo diberikan kepada PP dilandasi dengan semangat memaksimalkan muatan lokal (local content) dalam kegiatannya sesuai yang diatur dalam Pasal 61 Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri serta Keputusan Menteri ESDM nomor :1953 K/06/MEM/2018 tentang penggunaan barang operasi, modal, peralatan, bahan baku dan bahan pendukung lainnya yang diproduksi dalam negeri pada sektor energi dan Sumber Daya Mineral(SDM).

Dikatakannya setelah penandatanganan perjanjian ini PT. PP akan segera melakukan mobilisasi dan persiapan di lokasi pekerjaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sultra

“Groundbreaking di lokasi Smelter akan dilakukan pada Mei 2019. Target pembangunan infrastruktur utama dan infrastruktur pendukung Ferronickel Smelter ini selesai pada akhir tahun 2021, dengan areal luasan areal seluas 400 hektare.

Derian menjelaskan bahwa pembangunan ini juga merupakan bagian dari komitmen rencana pengembangan fasilitas pengolahan bijih Nickel(Smelter) Cerindo mengadopsi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dimana total kapasitas pabrik Smelter yang direncanakan sebesar 4×72 MVA (Mega Volt Ampere) dengan umpan 5 juta ton bijih Nickel dan akan menghasilkan 230,000 ton Ferronickel dengan kadar Nickel 22%-24%.

“Pembangunan Smelter Cerindo dilakukan melalui 3 phase pembangunan; phase 1 1x72MVA, Phase 2 1×72 MVA, phase 3 2x72MVA. Total investasi direncanakan sebesar 705 juta USD di luar pembangunan fasilitas pelabuhan serta infrastruktur pendukung dan lain-lainnya,”jelas Derian.

Sedangkan untuk penyediaan teknologi Smelter ini kata Derian, Cerindo telah menunjuk ENFI China, salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa engineering terbesar milik Pemerintah China dengan pengalaman lebih dari 60 tahun di bidang pengolahan dan pemurnian Non-ferrous metal, terutama Nickel.

Perpaduan yang sangat harmonis dengan dipercayakannya pekerjaan kepada kedua BUMN ini yakni perusahaan PP dan perusahaan BUMN China ENFI, maka dari serangkaian pekerjaan Engineering Procurement and Construction (EPC) pengembangan Smelter Cerindo, Perusahaan BUMN ENFI China akan menyelesaikan porsi Engineering dan Procurement sementara Perusahaan BUMN PP akan menyelesaikan porsi Construction.

Smelter RKEF kata Derian, direncanakan akan menggunakan tipe Rectangular Furnace yang dilengkapi dengan Copper Cooling System dimana penggunaan ini akan memberikan kapasitas pengolahan yang lebih besar dari RKEF circular pada umumnya dan interval maintenance yang lebih panjang sehingga akan memberikan biaya operasional yang lebih kompetitif.

Sedangkan kebutuhan listrik untuk Smelter Cerindo akan dipasok dari jaringan listrik PLN dengan total kapasitas sampai dengan 350 MVA.

“PT. Cerindo dan PLN telah menandatangi Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dimana Cerindo merupakan pelanggan premium/platinum yang diberikan keutamaan dan jaminan pasokan listrik. PLN juga telah menyiapkan dukungan tenaga listrik bagi Cerindo untuk kebutuhan selama masa konstruksi,”kata Derian.

Selain pembangunan Pabrik Smelter dengan teknologi RKEF, Cerindo juga telah melakukan studi-studi dalam rangka pengembangan Pabrik Pengolahan Bijih Nickel Limonite untuk mengekstraksi Nickel dan Cobalt dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Hal ini dilakukan mengingat Cerindo memiliki kandungan sumber daya mineral bijih limonite dengan kandungan Nickel dan Cobalt yang sangat menjanjikan dan juga untuk mengantisipasi tumbuhnya industry mobil listrik dan baterai secara umum.

Sementara itu, Nurlistyo selaku Senior Vice President, Head of EPC Division PP menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak Cerindo.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Cerindo dalam mewujudkan komitmennya dalam membangun Smelter. Kami akan segera bekerja untuk memulai pembangunan konstruksi smelter di lokasi Cerindo,”ujarnya. Demikian siaran pers dari Legal Manager PT.Cerindo Moch Kenny Rochlim kepada media ini.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka