News

Pemda Kolaka Komitmen Kembalikan Kejayaan Kakao Kolaka


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Pemda Kolaka memiliki komitmen untuk mengembalikan kejayaan tanaman komoditi Kakao.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab Kolaka Hasbir Jaya Razak saat membuka acara pertemuan Forum Kakao.
Pertemuan ini dalam rangka mendukung kegiatan peremajaan tanaman kakao di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab Kolaka Sulawesi Tenggara tahun 2019. Berlangsung di Kampung Coklat pada (21/12/2019) Kelurahan Lalombaa, Kecamatan Kolaka.
Pertemuan Forum Kakao dengan para ketua dan anggota kelompok tani kebun Kakao sekira 200 san orang, dibuka secara resmi oleh Kadis Perkebunan dan Peternakan Kab Kolaka Hasbir Jaya Razak.
Dengan menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian Hortikultura Provinsi Sultra, Ketua Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) dan pihak swasta serta Ketua Forum Kakao Sultra H Darwis juga Sekdis Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka.
Ketua panitia Awaluddin dalam laporannya mengungkapkan tujuan dilaksanakannya pertemuan Forum Kakao dengan semua petani kakao, untuk merumuskan suatu yang dapat melahirkan program perkebunan berkelanjutan menunjang hasil produksi kakao Kab Kolaka.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Hasbir Jaya Razak dalam arahannya mengungkapkan hasil pertemuan forum dengan para petani kakao menjadi hasil program kerja di tahun 2020.
Ia mengajak kepada semua petani senantiasa terus belajar, serta berharap petani mampu keluar dari setiap permasalahan dan itu tanggung jawab forum dan pemerintah. Bagaimana bisa mengembalikan kejayaan Kakao seperti di tahun 1990 an. Dan Kakao Kolaka pernah menjadi urutan ketiga di dunia.
“Jadi masyarakat Kolaka pernah merasakan kejayaan kakao dari harga dua ribuan perkilo tetapi tiba-tiba melonjak sampai Rp 15 ribu, bahkan sampai Rp 20 ribu perkilo saat itu ketika terjadi inflasi,”ungkap Hasbir.
Hasbir mengajak kepada semua petani kakao bersemangat agar kakao kembali bisa berjaya.
“Jadi kalau semua petani menginginkan kakao kembali berjaya, maka saya mengajak kepada semua agar meningkatkan kualitas produksi kakaonya agar bisa kembali berjaya,”ujar Hasbir.
Selain itu Hasbir menegaskan kepada semua petani kakao Kolaka tidak lagi menjual dalam bentuk biji, tetapi sekarang bagaimana ini bisa diolah dalam bentuk bubuk atau fasta. Agar hasilnya bisa memiliki nilai tambah bagi petan dan lebih meningkatkan kesejahteraan ekonominya.
“Kalau kita mencapai sasaran ini, maka tentunya kita membutuhkan adanya kolaborasi antara petani, forum Kakao dan pemerintah serta semua pendamping di lapangan sehingga hasil kualitas produksi lebih meningkat bukan hanya dari segi kuantitas saja,”harap Kadis.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka