News

Ortu Siswa SMA 1 Toari Bahas Insentif GTT


TOARI,realitasultra.co.id—
Orang Tua (Ortu) Siswa SMA Negeri 1 Toari bersama Dewan Guru membahas masalah insentif Guru Tidak Tetap (GTT) berlangsung di ruang kelas XII IPS kemarin.
Pembahasan berlangsung sekira dua jam menghasilkan keputusan para ortu siswa SMAN 1 Toari untuk membantu dana tambahan bagi GTT dengan jumlah Rp 50 ribu setiap ortu setiap bulan.
Kepsek SMAN 1 Toari Nawir dalam kesempatan itu mengapresiasi keputusan yang di setujui ortu siswa dan dewan guru sebagai bentuk dukungan kelancaran kegiatan dalam proses belajar mengajar.
“Saya atas nama Sekolah mengucapkan terima kasih kepada seluruh ortu siswa yang dengan sukarela membantu gaji GTT dengan persentase Rp 10 ribu setiap jam,”kata Nawir.
Lanjutnya bahwa partisipasi ortu sebesar Rp 50 ribu sudah termasuk item pembuatan pagar dan perbaikan jamban siswa yang akan di kerjakan secara bertahap.
Diketahui tahun ini (red) SMA Toari sudah mendapatkan bantuan komputer sebanyak 21 unit beserta servernya dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Alahamdulilah, sekolah kita sudah mendapatkan bantuan komputer dari Kemendikbud, karena ujian untuk kelas tiga sudah harus berbasis komputer atau yang kita kenal dengan UNBK,”katanya.
Sementara Kasmudin Ketua Komite SMAN 1 Toari ini kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya hanyalah sebagai pengawasan dan tidak mencampuri keputusan ini, apalagi ortu siswa sudah ada kata sepakat bersama dewan guru.
“Sebagai komite kami mengapresiasi kepada semua ortu memahami kendala yang ada di Sekolah ini, apalagi orang tua paham bahwa pagar sekolah adalah bagian dari keamanan siswa termasuk Jambanisasi yang rusak sehingga kebanyakan siswa keluar dari lingkungan sekolah dan menggunakan jamban kantor urusan agama yang jaraknya 500 meter dari sekolah,”katanya.
Selanjutnya, M Mambo mewakili orang tua siswa yang hadir mengatakan bahwa dirinya tidak merasa keberatan dengan hasil keputusan bersama ini, karena perlu diketahui SMA Toari banyak guru honornya, sementara gaji honor sumber APBD Propinsi sebanyak Rp 400 ribu sepertinya tidak cukup, apalagi tidak semua guru mendapatkan SK Gubernur ini.
“Saya sebagai orang tua siswa memahami gaji guru honor yang nota benenya menciptakan karakter anak bangsa ini tidaklah sesuai dengan imbalannya, dan kalau hanya 400 ribu Rupiah itu cukup untuk trasnportasinya saja dalam sebulan dan mereka juga butuh makan, apalagi yang sudah berumah tangga,” katanya.
Dikatakanya, selain itu kalau pembuatan pagar adalah bagian dari keamanan siswa dan itu tidak di benarkan penganggarannya melalui sumber Dana BOS (bantuan operasional siswa).
“Jadi, kalau menunggu bantuan dari Pemerintah untuk pembuatan pagar yah sampai kapan, maka dari itu butuh kesadaran dari orang tua siswa,”ucapnya.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah bersama sejumlah guru, Tokoh pendidikan, Ketua Komite, serta para orang tua siswa seKecamatan Toari.
(melky/redaksi)

error: @mercyfmkolaka