News

Mempersiapkan Generasi Yang Takut Akan Tuhan


KOLAKA,realitasultra.co.id—Ibadah rumah pada (3/5/2020) merupakan ibadah yang sudah berlangsung selama enam pekan. Pada ibadah kali juga bertepatan dalam suasana memperingati Hari Pendidikan Nasional pada (2/5/20) kemarin. Dalam ibadah di rumah seluruh jemaat gereja dalam lingkup Gepsultra pada (3/5/20) dengan tema khotbah “Mempersiapkan Generasi Yang Takut Akan Tuhan” kitab Amsal Soleman 3;1-26. Dalam suasana memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tepatnya pada 2 Mei 2020 kemarin, menjadi momentum untuk mengingatkan kepada semua generasi tentang betapa pentingnya pendidikan sebagai sarana kelengkapan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Firman Tuhan dalam Amsal Soleman 3:11-14; Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Kehendak Tuhan untuk hidup bagi kemulianNya tidak hanya berlaku bagi satu generasi saja, tetapi dari generasi ke generasi, sedangkan tanggungjawab mempersiapkan generasi penerus ada di pundak orang tua. Karena itulah Nabi Musa memperingatkan para orang tua untuk tidak lalai mendidik anak-anaknya. Dalam kitab Ulangan 6;1-25 sebab jika lalai melakukan tanggungjawab ini akan berakibat fatal bagi generasi mendatang. Alkitab menyatakan bahwa kita diciptakan Tuhan dengan tujuan untuk kemuliaan namaNya.”Semua orang yang disebutkan dengan namaKu yang Kuciptakan untuk kemuliaanKu, yang Kubentuk dan yang Kujadikan” Yesaya 43;7 Dalam Amsal Soleman 3;1-26 berbicara tentang hikmat yang berhubungan dengan pribadi manusia dengan Tuhan. Jika kita memberi respon sesuai dengan kehendakNya, maka buah-buah kehidupan dengan hasilnya akan mengalir. Bagaimana caranya, pertama; percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal(Amsal Solemam 3;5-6), kedua; bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan tidak pada diri sendiri(Amsal Soleman 3;7-8), ketiga; memuliakan Tuhan dengan harta(Amsal Soleman 3;9-10). Cara hidup seperti inilah yang menjadi manifestasi ketergantungan manusia kepada Tuhan sang sumber berkat dan hikmat. Bila kita memiliki cara hidup orang berhikmat, maka berkat itu akan kita nikmati, seperti panjang umur, dan lanjut usia serta sejahtera, mendapatkan Kasih dan pengharapan dari Allah, jalan kita diluruskan dan lumbung-lumbung kita akan diisi penuh bahkan sampai melimpah-limpah. Kita memiliki cara hidup orang berhikmat, bukan supaya berkat-berkat ini megalir dalam hidup kita, tetapi yang benar adalah karena kita memang memiliki cara hidup demikian, maka berkat-berkat ini akan menjadi buah-buah kehidup kita.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka