News

Lebaran Ketupat Lamunde, Menyisahkan Sampah Pesisir Pantai

KOLAKA,realitasultra.co.id—Hajatan ketupat lebaran yang dilaksanakan masyarakat Desa Lamunde baru-baru ini di pantai Watubangga telah membawa masalah yang cukup mengganggu fikiran Kades Lamunde Kecamatan Watubangga, Agustian.

Pasalnya setelah masyarakat usai melakukan hajatan ketupat lebaran telah menyisahkan sampah plastik yang berhamburan di pesisir pantai Watubangga.

Hal itu dikeluhkan Agustian, saat media ini menyambangi di ruang kerjanya kemarin. Dikatakannya setelah acara selesai sampah yang berhamburan di pantai Watubangga tidak ada yang mau bertanggungjawab.

“Saya kesal dengan sampah plastik yang ditinggalkan warga berhamburan dan mengotori pesisir pantai setelah masyarakat selesai melakukan hajatan ketupat lebaran. Dari pihak pelaksana hajatan tidak ada yang mau bertanggungjawab,”kesal Kades.

Dikatakannya hajatan ketupat lebaran ini adalah kegiatan yang telah dilaksanakan masyarakat sejak puluhan tahun, secara khusus masyarakat transmigrasi di Kecamatan Toari dan Watubangga dan kebetulan jarak dengan pesisir pantai Lamunde begitu dekat.

“Jadi saya selaku Pemdes menyesalkan adanya sampah yang ditinggal begitu saja oleh masyarakat usai melakukan hajatan. Bahkan hajatan itu sama sekali tidak kordinasi dengan Pemdes Lamunde,”kata Agustian.

Selain itu kata Agustian terkait masalah keamanan juga sama sekali tidak dikordinasikan kepada Muspika maupun kepada Pemdes. Meski demikian ia berharap agar pelaksanaan hajatan seperti ini hendaknya dikordinasikan dengan semua pihak lebih dulu sebelum pelaksanaan acara.

Sejumlah warga Lamunde menegaskan bilamana hajatan seperti ini dilaksanakan lagi pada tahun mendatang, bilamana tanpa ada kordinasi dengan baik kepada pihak pengamanan maupun kepada pihak Pemdes. Maka warga akan menolak pelaksanaan hajatan itu di wilayah Lamunde.

Karena terbukti saat pelaksanaan hajatan baru-baru ini telah terjadi tindak pidana, itu karena tidak adanya kordinasi sehingga pelaksanaan acara itu menjadi kacau.

“Acara itu kacau akibat tidak adanya kordinasi dari pihak penanggungjawab pelaksana acara,”ungkap warga. (melky/redaksi)

error: @mercyfmkolaka