News

Kodim 1412 Kolaka Gelar Talk show -Bersatu Melawan Radikalisme Dan Terorisme

KOLAKA,realitasultra.co.id—Komando Distrik Militer(Kodim) 1412 Haluoleo Kolaka menggelar talk show dan ramah tamah berlangsung di salah satu hotel di Kolaka dengan mengusung tema; “bersatu melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi”
Acara ini dihadiri tiga kabupaten yakni Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur, dihadiri masing-masing utusan, jajaran pejabat Pemda Kolaka, jajaran General Manager Antam Sultra, Rektor USN Kolaka Azhari, TNI/Polri, sejumlah ormas kepemudaan, tokoh masyarakat dan undangan.
Acara talk show dan ramah tamah dikemas dengan rileks dipandu oleh pembawa acara, yakni para hadirin dapat melakukan dialog dengan pembahasan terkait tema acara.
Sebelumnya diawali dengan sambutan Dandim Kolaka 1412 Kolaka Letkol Kav Amran Wahid, mengungkapkan bahwa acara bernuansa kesederhanaan ini jauh hari sudah dirancang bertujuan bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat apa itu radikalisme, terorisme dan intoleransi.
“Sesuai dengan tema yang diusung malam hari ini,”ungkap Amran.
Dikatakannya sejak dirinya bertugas sebagai Dandim 1412 Kolaka waktunya lebih banyak digunakan dilapangan untuk melakukan silahturrahim dengan masyarakat, para tokoh-tokoh masyarakat, ormas kepemudaan, melakukan dialog dan memberikan pemahaman efek radikalisme, terorisme dan intoleransi.
Karena salah salah satu dampak dari radikalisme dan terorisme serta intoleransi kata Amran yaitu dapat menghambat jalannya pembangunan.
“Saya banyak berjalan di masyarakat untuk memberikan pemahaman dan mengingatkan kepada bahwa membangun bangsa ini perlu sinergitas. NKRI ini harus kuat dibawah naungan Pancasila,”tegas Amran.
Paham radikalisme kanan yang bernuansa mengatasnamakan agama, karena tidak agama yang mengajarkan kekerasan, semua agama itu membawah kesejukan.
Untuk itu silahturrahim yang dibangun selama ini untuk mempererat kekeluargaan sehingga tidak terjadi perpecahan dibawah naungan Pancasila.
“Kalau Pancasila ini diusik maka negara ini bisa tercerai-berai dan hancur, dengan kemajemukan negara ini sewaktu-waktu diancam dengan paham radikalisme,”kata Amran.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka