News

Ketua Koni Terpilih Muh Jayadin Angkat Bicara

Foto Ketua Koni terpilih H Muh Jayadin saat memberikan sambutan sambutan usai pelaksanan Musorkab


KOLAKA,realitasultra.co.id—
H Muh Jayadin Ketua Koni Kolaka terpilih hasil Musorkab beberapa waktu lalu akhirnya angkat bicara.
Terpilihnya Jayadin sebagai Ketua Koni hasil Musorkab nampaknya tidak begitu mulus berjalan. Pasalnya sejak Jayadin terpilih sebagai Ketua Koni Kolaka langsung menuai reaksi.

Reaksi itu datang dari kelompok Pemuda Pemerhati Olahraga (Petra) Kolaka dikordinir oleh Musdalim Zakkir. Petra menilai bahwa Jayadin selaku Ketua Koni terpilih hasil Musorkab bertentangan dengan aturan dan harus mundur. Memilih salah satu jabatannya apakah tetap sebagai Wakil Bupati Kolaka, ataukah memilih jadi Ketua Koni.

“Ketua Koni terpilih hasil Musorkab itu melabrak aturan, Jayadin harus mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Kolaka bilamana mau memilih jabatan sebagai Ketua Koni,”ungkap Musdalim kepada wartawan usai pelaksanaan Musorkab waktu lalu.

Bahkan kata Musdalim kalau Jayadin tetap mau menerima Surat Keputusannya sebagai Ketua Koni, maka dirinya terancam untuk dimaksulkan sebagai Wakil Bupati. Mengapa demikian kata Musdalim, sudah jelas aturannya bahwa tidak bisa melakukan rangkap jabatan.

Menanggapi hal itu akhirnya Muh Jayadin angkat bicara setelah mau memberikan klarifikasi kepada media ini melalui WhatsAppnya pada (2/9/2019) malam.

Ia menegaskan bahwa silahkan menanyakan kepada panitia apakah sah atau tidak hasil Musorkab itu.

“Jadi silahkan menanyakan kepada ketua panitianya terkait sah tidaknya hasil Musorkab,”tegas Jayadin.

Selanjutnya kata Jayadin bilamana dirinya ingin dimaksulkan, menurutnya yang mau dimaksulkan apanya?

“Yang mau dimaksulkan ini apanya,”tanya Jayadin

Dikatakannya bilamana dirinya mau dimaksulkan hanya karena rangkap jabatan sebagai Ketua Koni, berarti semua kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sekarang sebagai Ketua Koni harus kena pemaksulan juga.

“Jadi apa bedanya saya dengan mereka,”kata Jayadin seraya bertanya.

Dikatakannya dirinya hanya mengikut saja bila memang ada keputusan pengurus pusat bahwa rangkap jabatan mengharuskan untuk mundur.

“Kalau saya ikut saja, kalau memang ada keputusan pengurus pusat bahwa rangkap jabatan harus mundur ya saya akan mundur juga,”ujarnya.

Jayadin menjelaskan bahwa apapun yang diputuskan oleh pengurus pusat ia akan patuh.
“Jadi apapun yang diputuskan pimpinan saya ikut saja. Hanya karena kecintaan saya untuk memajukan dunia olahraga, makanya saya tetap bertahan,”jelasnya.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka