News

Ketua KNPI; Vale Ingkar Janji Lagi

Foto Ketua KNPI Kab. Kolaka Asrul Syarifuddin,S.E


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Ketua KNPI Kab Kolaka Asrul Syarifuddin dalam siaran pernya kepada media ini mengungkapkan bahwa ternyata PT.Vale Indonesia ingkar janji lagi.
Dikatakannya bahwa Vale rencananya akan membangun Smelter di Pomalaa tahun 2019 namun dipastikan janji itu bakal tidak terwujud lagi.
“Jadi dari awal memang kami sudah curiga bahwa tidak mungkin pembangunan Smelter Vale akan terwujud di tahun 2019, “ungkap Allu panggilan akrab Asrul Syarifuddin.

Pada hal kata Allu masih sangat segar diingatan terkait janji Vale melalui Senior Manager Of Communication (SMC) Bayu Aji melalui salah satu media Online pada (18/5/2019) lalu, mengatakan bahwa tahun 2019 Vale akan melakukan pembangunan Smelter di Pomalaa Kab Kolaka dengan nilai investasi sebesar Rp 30 triliun serta penyerapan tenaga kerja sekira 6 ribu sampai 7 ribuan orang.

Allu menjelaskan bahwa pada (27/8/2019) melalui Direktur Keuangan Febriani Eddy mengatakan bahwa pembangunan Smelter akan dilakukan mulai tahun depan (2020).

“Aduh, lagi-lagi Vale ingkar atas apa yang telah mereka publikasikan sendiri kepada publik selama ini, setelah mereka datang tiba-tiba mempublish di media bahwa mereka akan membangun smelter tahun 2019, “jelasnya.

Selanjutnya kata Allu, kini hanya berselang beberapa bulan kemudian Vale tiba-tiba lagi mengeluarkan pernyataan yang secara otomatis meralat sendiri pernyataan mereka sebelumnya, bahwa mereka baru akan memulai pembangunan di tahun 2020 itupun masih berdalih jika dokumennya selesai pada tahun depan, artinya jika tidak diselesaikan dokumennya itu akan kembali jadi alasan membatalkan rencana pembangunan di tahun 2020.

“Jadi Vale ini tidak bisa dihitung lagi sudah berapa kali melakukan ingkar janji atas apa yang mereka nyatakan kepada publik khususnya masyarakat Kolaka, bahwa mereka akan melakukan pembangunan Smelter di Pomalaa – Kolaka tapi sampai saat ini tidak pernah terealisasi, “kata Allu sambil menggelengkan kepalanya.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka