News

Kedatangan KPK Di Sultra Tak Pengaruhi Pertambangan Ilegal Kolut

KOLAKA,realitasultra.co.id—Kedatangan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang dipimpin lansung oleh Wakil Ketua La Ode M Syarif dalam rangka koordinasi dan supervisi upaya mencegah korupsi utamannya disektor pertambangan di Sultra baru-baru ini.

La Ode dalam keterangannya kepada wartawan menyayangkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) sektor pertambangan di Sultra begitu minim, bahkan Jaminan Reklamasi(Jamrek) di sejumlah kabupaten di Sultra juga belum terselesaikan.

Selain itu La Ode juga begitu keras menyorot pertambangan fi Kolaka Utara(Kolut) melalui akun twitternya menegaskan agar ada penegakan hukum atas adanya kegiatan pertambangan ilegal di Kolut. Meski demikian sorotan tegas dari La Ode terhadap kegiatan pertambangan ilegal di Kolut namun tetap saja berlangsung.

Hal itu diungkapkan Haerullah salah seorang aktifis pertambangan di Kolut kepada media ini melalui siaran persnya.
Haerullah menilai bahwa kehadiran salah satu pimpinan KPK tersebut tidak begitu mendapat direspon oleh pihak-pihak yang diindikasikan terlibat dalam penambangan ilegal di Kolut.

“Saya menilai kedatangan La Ode Syarif beberapa waktu lalu tidak berefek sama sekali atas kegiatan pertambangan illegal di Kolut, bahkan sepertinya tak ada ketakutan sedikitpun bagi kalangan penambang maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam memuluskan kegitan ilegal pertambangan,”ungkap Haerullah.

Selain itu, kata Haerullah juga fungsionaris PB HMI Kolut ini menyayangkan Bareskrim Polri yang tidak meninjau kondisi pertambangan di Kolut saat berkunjung ke Sultra.

“Tim KPK, dan tim Bareskrim Polri telah meninjau langsung pertambangan di Sultra namun tidak sampai di Kolut. Sangat disayangkan aktivitas pertambangan ilegal di Kolut dilewatkan begitu saja,”kata Haerullah dengan nada kesal.

Meski demikian dirinya mengapresiasi tim Bareskrim Polri karena berani melakukan penyegelan terhadap alat berat di beberapa titik pertambangan ilegal di Sultra.

“Kami apresiasi kedatangan tim Bareskrim Polri yang melakukan kunjungan di Sultra khususnya di Morosi Kab Konawe, Bareskrim Polri bersama Ditreskrimsus Polda Sultra berhasil menyegel alat berat yang diduga melakukan kegiatan pertambangan ilegal di kawasan hutan tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasah Hutan(IPPKH),”kata Haerullah.

Dirinya berharap agar Bareskrim Polri nantinya akan melakukan kunjungan kembali ke Sultra terutama di Kolut untuk menerribkan semua kegiatan pertambangan.

“Kita berharap Bareskrim Polri akan kembali melakukan kunjungan di Sultra utamanya di Kolut dalam rangka peninjauan langsung terhadap aktivitas tambang ilegal di Kolut,”harapnya.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka