News

Kadin Minta Pemda Tertibkan Harga Tabung LPG 3 Kg

KOLAKA,realitasultra.co.id—Kamar Dagang dan Industri(Kadin) Kab Kolaka meminta kepada Pemda Kolaka serta semua institusi yang memiliki kewenangan terhadap pendistribusian maupun masalah harga tabung gas LPG ukuran 3 kg.
Hasil pantauan yang dilakukan Kadin di lapangan terkait masalah harga tabung LPG 3 kg yang dijual oleh pengecer kepada masyarakat itu terlampau tinggi kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu pertabung.
“Ini sangat memberatkan bagi masyarakat, padahal tabung LPG ukuran 3 kg ini sebenarnya dikhususkan bagi masyarakat prasejahtera,”ungkap Ketua Kadin Kadin Kolaka Gunsyar Guntur kepada media ini melalui selularnya kemarin.
Gunsyar menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Presiden No.104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM No.21/2007 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga Liquefied Petroleum Gas(LPG) tabung 3 kilogram, hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta dan kegiatan Usaha Kecil dan Mikro(UKM).
“Kami minta Pemda dan semua institusi yang memiliki kewenangan terhadap pendistribusian dan masalah harga eceran kemasyarakat dilakukan penertiban. Begitupun halnya dengan pihak Pertamina jangan hanya sekedar mendistribusikan tetapi juga melakukan pengawasan terhadap harga eceran di lapangan,”tegas Gunsyar.
Dikatakannya Pertamina sebagai badan usaha negara yang memiliki tugas dan tanggungjawab menyalurkan secara resmi tabung LPG ukuran 3 kg disubsidi melalui APBN.
“LPG ukuran 3 kg ini adalah barang yang disubsidi oleh negara, maka kami berharap ada ketegasan dari Pemda setempat melakukan penertiban masalah harga eceran di masyarakat,”harap Ketua Kadin.
Masalah harga tabung LPG ukuran 3 kg yang terlampau tinggi di level pengecer merupakan suatu keprihatinan tersendiri bagi Kadin Kolaka. Hasil temuan di lapangan yang memakai LPG 3 kg bukan hanya masyarakat tidak mampu, tetapi masyarakat yang mampu juga ikut menggunakan barang bersubsidi itu.
“Jadi dibutuhkan ketegasan pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap barang bersubsidi ini khususnya masalah harga eceran hampir 100 persen kenaikannya dari harga agen,”ujar Gunsyar.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka