News

Hj Awiah; Tiga Tahun Terakhir Perusda Setor PAD RP 749 Juta

Foto Hj Awiah,.SE Kabid Pembukuan dan Pelaporan Bapenda Kab Kolaka


KOLAKA,realitasultra.co.id— Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemda Kolaka Hj Awiah, dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya pada (29/8/2019) terkait penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perusda PD.Aneka Usaha ke Pemda Kolaka. Awiah menjelaskan bahwa tahun 2016 Perusda menyetor PAD ke Pemda Kolaka sebesar Rp 300 juta,
selanjutnya dua tahun terakhir yaitu tahun 2017/2018 memasukkan lagi PAD ke kas daerah sebesar Rp 449 juta.

“Jadi tiga tahun terakhir ini yakni mulai tahun 2016 sampai 2018 sudah menyetor PAD mencapai Rp 749 juta lebih. Kami tidak tahu bagaimana perhitungannya sehingga mencapai angka nominal sebesar itu. Tapi yang jelas sebagaimana diatur Perda bahwa labah Perusda sebesar 60 persen untuk PAD, “jelas Awiah.

Sementara Direktur Keuangan Perusda juga membenarkan hal itu bahwa sejak tiga tahun terakhir terhitung tahun 2016 sampai tahun 2018 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Kab Kolaka Sultra sudah menyetor PAD mencapai Rp 749 juta lebih.

Taufiq menjelaskan bahwa tahun 2016 lalu PAD yang disetor sebesar Rp 300 juta. Selanjutnya ditahun 2017 seharusnya PAD yang disetor sebesar Rp 108 juta lebih. Tetapi karena kondisi keuangan perusahaan saat itu dalam keadaan defisit sehingga PAD itu tidak disetor.

“Jadi tahun 2017 kewajiban PAD Perusda seharusnya memasukkan lagi PAD sebesar Rp 108 juta, tetapi karena kondisi keuangan perusahaan saat itu dalam keadaan defisit sehingga belum disetorkan, “jelas Taufiq.

Selanjutnya kata Taufiq di tahun 2018 perusahaan Aneka Usaha memperoleh labah Rp 1 miliar lebih, dan kewajiban PAD dari labah itu sebesar 60% sehingga hasilnya mencapai Rp 641 juta lebih. Tetapi dari PAD sebesar Rp 641 juta lebih baru disetor ke Pemda sebesar Rp 449 juta.

“Sehingga dalam tiga tahun tetakhir ini kami baru menyetor PAD sebesar Rp 749 juta, “kata Taufiq diamini Dirut Perusda Armansyah.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka