News

Hadi Sukamto; Lahan Transmigrasi Tidak Bisa Dijual

Foto ; Kabid Transmigrasi dan Perumahan Disnakertransmigrasi Kolaka Hadi Sukamto

KOLAKA,realitasultra.co.id—-Kepala Bidang(Kabid) Transmigrasi dan Perumahan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Kolaka Hadi Sukamto kepada media ini menjelaskan bahwa lahan yang luasnya sekira 400san hektare kini ditempati oleh warga transmigrasi ada di UPT Anawua Desa Rano Sangia Kecamatan Toari tidak dapat diperjual belikan.

“Lahan itu boleh saja dijual atau dipindah tangankan oleh warga transmigrasi, tetapi nanti setelah lahan itu sudah diolah selama 15 tahun keatas. Jadi itu persyaratannya nanti lahan itu bisa dijual atau dipindah tangankan setelah 15 tahun keatas,”ungkap Hadi kepada media ini di ruang kerjanya kemarin.

Hadi menjelaskan bahwa lahan seluas 400san hektare di UPT Anawua Desa Rano Sangia Kecamatan Toari telah diolah oleh warga transmigrasi sejak tahun 2014 lalu sebanyak 25 Kepala Keluarga(KK) terdiri dari transmigrasi lokal sebanyak 10 KK dan transmigrasi dari luar sebanyak 15 KK yakni transmigrasi dari Lampung dan Jawa Timur.

Selanjutnya pada tahun 2015 masuk lagi sebanyak 100 KK terdiri dari 50 KK transmigtasi lokal dan 50 KK transmigrasi dari luar yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Selanjutnya tahun 2016 sebanyak 50 KK terdiri dari 25 Kk tranmigtasi lokal dan 25 Kk juga dari Jawa Timur, Jawa Tengaj dan Lampung, Jawa Barat dan Jogja.

“Jadi tiga kali berturut-turut penempatan warga transmigrasi di UPT Anawua Rano Sangia sudah mencapai 175 KK,”jelas Hadi.

Setiap KK memperoleh lahan seluas dua hektare, dimana 0,25 persen digunakan untuk areal perumahan dan fasilitas lainnya selebihnya untuk lahan perkebunan, tanaman jangka pendek, kelapa sawit dan jambu mente serta peternakan.

“Sampai saat warga transmigrasi di Rano Sangia berdasakan analisa di lapangan ada 90 persen warga transmigrasi peningkatan ekonomi berubah, terbukti rata-rata sudah memiliki kendaraan roda dua bahkan kendaraan roda empat,”jelas Hadi.(redaksi)

error: @mercyfmkolaka