News

Dwi Dharma; Lucu Seorang Rektor Curhat di Medsos


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Salah seorang pejabat di lingkup Pemda Kolaka Dwi Dharma, mengungkapkan bahwa lucu rasanya sekaligus agak geram melihat tingkah seorang Rektor Dr Azhari yang curhat di media sosial (medsos).
Menurut Dwi merasa malu rasanya mempertontonkan kepada publik koordinasi yang buruk lembaga sekelas Universitas Negeri yang merasa rendah untuk datang berdiskusi dengan Pemerintahan Daerah(Pemda) dan DPRD untuk menunjang pengembangan Universitas apalagi bisa jadi ada alasan teknis yang harus dibicarakan dengan pihak kampus.
Dwi begitu sangat menyayangkan curhat di medsos yang dilakukan oleh seorang rektor itu bisa saja mendorong adanya unjuk rasa (unras), dan sekarang aksi unras itu kini sedang terjadi.
“Ini bisa saja membenturkan pemerintahan dan mahasiswa,”kata Dwi juga mantan Ketua KKSS Menado Sulawesi Utara.
Dikatakannya seorang rektor pasti mengetahui bahwa proses penganggaran pada pemerintah harus mengikuti peraturan perundangan undangan yang berlaku melalui musrembang dan proses yang sah lainnya sebelum disetujui oleh DPRD menjadi Perda.
“Jadi bukan melalui “curhat” kekanak-kanakan. Jikapun ada ganjalan secara personal, janganlah diumbar ke publik,”kata Dwi kepada wartawan media ini melalui WhatsAppnya kemarin.
Lanjutnya semua pasti bisa saling memahami jika mengedepankan dialog, tapi ini susah terjadi jika ada yang merasa harus lebih diutamakan, padahal Pemda sendiri sudah segudang urusan dan tanggungjawab pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan.
Instansi Vertikal kata Dwi bukan berarti tidak perlu berurusan dengan Pemda, karena pemerintah adalah satu kesatuan mulai dari pusat sampai daerah.
“Jadi janganlah merasa seolah olah superhero sendiri dan bisa mengambil tindakan sepihak.
Janganlah merasa pintar sendiri dan seolah-olah menggurui bupati. Padahal rektor hanya mengurusi urusan universitas sedangkan bupati mengurusi semua aspek kehidupan masyarakat di daerah termasuk pendidikan,”ujar Dwi.
Dikatakannya persoalan kampus janganlah terlalu diumbar seolah olah kampus jadi korban dan penyebabnya adalah Pemda.
“Ini bisa merusak hormonisasi kehidupan kemasyarakatan di Kolaka yang sama kita cintai.
Apakah salah jika pihak Kampus mengagendakan pertemuan dengan Pemda dan juga kepada DPRD,”kata Dwi juga mantan Ketua Presidium Kahmi Sulawesi Utara dan mantan Kadis PU Kolaka.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka