News

Disbun dan Peternakan Peroleh APBN 40 M


KOLAKA,realitasultra.co.id—
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab Kolaka memperoleh anggaran tahun 2020 dari APBN sebesar Rp 40 miliar.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab Kolaka Sulawesi Tenggara Hasbir Jaya Razak didampingi Sekdisnya H Darwis ditemui media pada (4/12/2019) di ruang kerjanya.
Hasbir menjelaskan anggaran yang diberikan oleh pemerintah kepada daerah Kab Kolaka sebesar Rp 40 M tidak terlepas dari pendekatan yang dilakukan kepada pihak-pihak penentu kebijakan yang ada di Kementerian.
“Dan anggaran ini sepenuhnya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Kolaka secara khusus bagi semua petani,” ungkap Hasbir.
Hasbir menguraikan bahwa anggaran sebesar Rp 40 m ini terdiri dari Rp 25 m untuk komoditi peremajaan kelapa sawit. Sementara yang Rp 15 m untuk komoditi peremajaan tanaman Kakao, cengke, pala dan merica.
“Jadi semua anggaran itu langsung masuk di rekening masing-masing kelompok tani, hanya saja saat penggunaan anggaran itu harus ada rekomendasi dari dinas sebagai pengawas teknis lapangan,”jelas Hasbir.
Sementara Sekdis Darwis bahwa untuk anggaran kelapa sawit sebesar Rp 25 m itu baru Rp 15 m yang di drop Anggarannya.” “Jadi masih ada Rp 10 m nanti tahap kedua baru anggarannya di drop dari kementerian,”kata Darwis.
Penggunaan anggaran komoditi kelapa sawit sebesar Rp 15 m terdiri dari biaya benih, pupuk, penanaman dan pemeliharaan untuk tahun pertama mencapai Rp 25 juta setiap hektare.
“Anggarannya langsung masuk di rekening setiap petani,” ujar Darwis.
Begitupun halnya dengan komoditi Kakao, cengkeh pala dan merica anggarannya juga mencapai Rp 15 m untuk program peningkatan kualitas kakao melalui sambung pucuk.
Selain itu melakukan rehabilitasi dan intensifikasi tanaman cengkeh, rehabilitasi tanaman pala dan merica yang belum ada penetapan calon petani calon lahannya (cpcl).
“Insyah Allah kita berharap program ini dapat berjalan dengan baik di lapangan agar petani di daerah Kolaka semakin berkualitas,”harap Darwis.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka