News

Desa Sopura Peroleh DD Rp 785 Juta

Foto pembangunan jembatan desa Sopura


KOLAKA,realitasultra.co.id—Desa Sopura Kecamatan Pomalaa Kab Kolaka Sultra memperoleh Dana Desa(DD) tahun 2019 sebesar Rp 785 juta lebih. Hal itu diungkapkan Kades Sopura Patongai ditemui media ini di kantornya baru-baru ini.

Kepada media ini Patongai menjelaskan DD yang diperoleh untuk pembangunan sarana prasarana pisik meliputi pembangunan rabat jalan beton, pembangunan drainase dan pembangunan titian tambatan perahu. Untuk pembangunan titian tambatan perahu pekerjaan baru mulai dilaksanakan pertengahan Agustus 2019 berdasarkan jadwal pekerjaan 60 hari kerja

“Pembangunan bisa selesai Oktober 2019,”jelas Kades.

Secara khusus untuk pembangunan tambatan perahu adalah untuk mengakses hasil tangkapan para nelayan dan tempat wisata bahari. Yang sudah lama diprogramkan namun baru tahun ini(red,) direalisasikan pembangunannya melalui anggaran DD tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 199 juta lebih.

“Untuk pembangunan tambatan perahu ini saya patok harus di bangun tahun ini karena aksesnya dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi untuk para nelayan juga dapat menjadi akses pariwisata bahari untuk lokasi mancing dan budidaya karamba apung,”ujarnya.

Dari segi lokasi kata Patongai tempatnya yang strategis mudah dijangkau berada dekat pemukiman warga letaknya berada di teluk sopura hanya sekia 300 meter dari jalan negara.

Sementaa Ketua TPK Askabul Tawulo menambahkan pembangunan titian perahu yang sedang dikerjakan dengan panjang 214 meter, lebar 2 meter bangunannya non permanen dengan bahan menggunakan kayu besi diameter 80 cm panjang 3,5 meter dari kayu besi dengan kedalaman pancang 1 meter diatasnya menggunakan gelagar balok dan papan kayu asa tebal 4-5 cm.

“Jadi seharusnya kalau anggaran mencukupi pembangunan titian tambatan perahu paling bagus bangunannya permanen sebab kalau bahan dari kayu daya tahannya paling lama 8 tahun sudah harus ganti lagi,”katanya.

Sementara Ketua Kelompok Nelayan Firdaus Fathul mengapresiasi pembangunan jembatan titian sebab para nelayan akan mudah membawah hasil tangkapan.

“Saya sangat sangat bersyukur titian tambatan perahu sudah di kerjakan sebab ketika air laut surut atau kering tidak lagi harus mendorong perahu keluar untuk melaut dan hasil tangkapan sudah tidak lagi di pikul,”ujarnya.
(Ady/redaksi)

error: @mercyfmkolaka