News

APBD-P Kab Kolaka Rp 1,36 Triliun

KOLAKA,realitasultra.co.id– Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kab Kolaka Tahun Anggaran (TA) 2019 mencapai Rp 1,36 Triliun. Hal ini mengalami kenaikan sebesar Rp 55,80 miliar, dari target awal sebesar Rp 1,31 triliun.
Hal itu diungkapkan Bupati Kolaka Ahmad Safei saat menyampaikan pidato pengantar nota keuangan dan rancangan APBD-P Kab Kolaka di gedung DPRD Kolaka kemarin.
Paripurna DPRD Kolaka dipimpin oleh Ketua Parmin Dasir, dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupati Kolaka Ahmad Safei dan Muh Jayadin, Sekda Kolaka Poitu Murtopo, unsur Forkopimda, jajaran Kepala OPD Pemda Kolaka, Ketua KPU Kolaka Kamal Baddu dan undangan.
Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kolaka Parmin Dasir dari seluruh Fraksi yang ada di DPRD Kolaka terdiri Fraksi PAN, Fraksi Hanura, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, FRaksi PPP, Fraksi PDIP dan Fraksi Gabungan.
Lasimnya naik kepodium untuk membacakan dan menyampaikan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan perubahan anggaran APBD Kolaka tahun anggaran 2019, namun itu tidak dilakukan, meski demikian semua fraksi menerima dan menyetujui rancangan perubahan APBD Kolaka TA 2019.
“Meskipun kami tidak naik kepodium untuk menyampaikan pandangan umum fraksi, tetapi kami tetap menerima dan menyetujui dokumen rancangan perubahan APBD Kolaka tahun anggaran 2019 untuk dibahas selanjutnya di DPRD Kolaka, “ungkap Amir Massang Ketia Fraksi PAN.
Sementara salah seorang anggota Fraksi Gabungan Rusman, sebelum menyerahkam dokumen pandangan akhirnya, menyampaikan kepada Bupati beberapa hal terkait aspirasi masyarakat Kolaka Selatan(Kolsel), menuntut keseriusan Pemda Kolaka mendorong terbentuknya Kolsel.
Aspirasi masyarakat ini kata Rusman, meminta agar memasukkan dalam perubahan anggaran untuk pengurusan administrasi terbentuknya Kolsel.
Selain itu diminta juga kepada Bupati menjelaskan terkait saham kepemilikan Pemda Kolaka sebesar 17,8% sesuai dengan kesepakatak waktu lalu.
“Kami minta pak bupati menjelaskan terkait saham Pemda Kolaka sebesar 17,8% di perusahaan pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama(CNI) sesuai kesepakatan waktu lalu,”pinta Rusman.
(redaksi)

error: @mercyfmkolaka