News

Akmal; Tidak Ada Yang Menjual Bagang Rambo

KOLUT,realitasultra.co.id—Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Koptan Sawit Indah Kelurahan Olo-Oloho, Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Akmal, ditemui media ini dikediamannya kemarin dikonfirmasi terkait adanya dugaan oknum yang menjual Baggang Rambo kapal penangkap ikan bantuan dari Dinas Perikanan Kolut.
Akmal menjelaskan bahwa kapal penangkap ikan yang diberi nama Bagang Rambo adalah bantuan dari Dinas Perikanan Kolut. Dan diberikan kepada masyarakat nelayan tergabung dalam usaha Kube Koptan Sawit Indah.

“Saya sendiri diberikan kepercayaan selaku Ketua Kube Baggang Rambo untuk mengelolah usaha itu,”kata Akmal.

Namun dalam perjalanannya ada oknum-oknum dalam kelompok usaha ini yang mengatakan kapal Bagang Rambo itu sudah dijual, dan tuduhan itu dialamatkan kepada dirinya selaku ketua.
“Saya tegaskan kapal Baggang Rambo itu tidak ada yang menjual, bagaimana mungkin kapal dijual sementara itu adalah milik kelompok,”tegas Almal.
Akmal menjelaskan kapal penangkap ikan yang diberi nama Bagang Rambo bantuan Dinas Perikanan Kolut anggarannya sekira Rp 1 miliar sejak tahun 2015 lalu dan dikelolah oleh Kube Koptan Sawit Indah dengan jumlah anggota sebanyak 24 orang.
Sejak kapal itu diberikan kata Akmal, dan saat dioperasikan dirinya selaku ketua lebih banyak mengeluarkan uang pribadi untuk digunakan operasional, begitupun halnya dalam hal pemeliaraan juga bersama rekan-nya menggunakan dana pribadi.
“Jadi saat melakukan kegiatan penangkapan ikan lebih banyak menggunakan dana pribadi, begitupun dalam hal pemeliharaan Baggang itu juga menggunakan uang pribadinya bersama rekan-rekannya,”jelas Akmal.
Dikatakannya ia bersama rekannya juga membuat Baggo untuk menarik kapal Bagang Rambo. Bahkan dirinya bersama rekan-rekannya sudah tiga kaki mengganti Baggo sejak beroperasi tahun 2015 lalu sampai sekarang.
“Dan baggo yang ketigakalinya saya buat ini, adalah uang pinjaman dari keluarga sebesar Rp 200 juta,”ujar Akmal.
Menurut Akmal, bilamana ada anggota dari kelompok usaha ini, yang ingin mneggantikan dirinya untuk mengoperasikan usaha kapal baggang, dengan suatu syarat yakni semua biaya operasional pribadi termasuk biaya pinjaman keluarga sebesar Rp 200 juta harus dikembalikan.
“Saya siap bilamana ada yang ingin menggantikan saya sebagai ketua, dengan syarat semua biaya operasional pribadi termasuk pinjaman dari keluarga untuk pembuatan Baggo sebesar Rp 200 juta harus dikembalikan,”ujar Akmal.
Selain itu kata Akmal bahwa dari pihak Pemda Kolut dalam hal ini Dinas Perikanan Kolut sudah mengetahui bahkan sudah membuat pernyataan sejak Juni 2019 lalu, intinya Baggang Rambo tidak pernah ada oknum yang menjualnya maupun memindah tangankan.
“Jadi ada surat pernyataan dari pihak Dinas Perikanan menegaskan bahwa Baggang Rambo tidak ada pihak yang menjualnya maupun memindah tangankan,”ungkap Akmal.
(kahar/redaksi)

error: @mercyfmkolaka